Langit biru seakan di kalahkan oleh warnanuya, cerita yang muncul di saat langit biru dalam kecerahannya. Mengartikan sesuatu yang pekat menjadi sedikit manis, mengartikan sesuatu yang bersih namun sedikit jorok, hingga menghasilkan tafsiran filsafah hitam tak selamanya melambangkan kegelapan yang pekat. Setiap cerita menimbulkan folosofi yang membenarkan keyakinan itu sendiri, hitam yang selalu kami airtikan bahwa kehidupan ini tak mesti kita membenarkan sesuatu yang belum tentu benar, ataukan lebih baik kita terjung ke jurang yang dalam dari pada bak dewa yang suci bersih namun berhati jahat.
Hitam Putih adalah nafas pelangi, yang mendasari warna di antara perbedaan ( dok/kompasiana )
Banyak dalam kehidupan ini, hitam selalu di anak tirikan, selalau disudutkan bahkan dianggap sesuatu yang sakral. Tak ada arti yang di salahkan, bahkan manusia di beri hak untuk mengartikan sesuatu berdasarkan keyakinan tersendiri. Jika kita artikan hitam dan putih adalah awal hidup, artinya hitam adalah sesuatu yang belum ada artinya, hitam merupakan sesuatu yang isinya masih hampa, koson bahkan sepi, tanpa kata-kata, hitam mengartikan kepolosan dalam hidup belum tersentu arti apa-apa, namun hitam perlu di artikan secara baik dan jelas. Ketika kita mengartikan hitam sebagai sesautu yang baik di dalam perjalan kita untuk megartikannya, akan menghadirkan sebuah pemahaman.
Kehidupan Yang Layak adalah mengartikan sesuatu dengan benar dan tidak menyimpang (dok/@fre3clss_)
Perjalanan seseorang dalam menjalani kehidupan tak luput untuk tidak mencicipi hitam putih kehidupan, hitam tak bisa di lepaskan dari putih, ketika kita sudah mengartikan hitam dengan baik maka akan di akhiri oleh cerita putih yang memperindah kehidupan.
Jika seseorang mencari akhir dari hitam putih ini, mereka harus bertanya kepada sutradara yang asli, sang pencatat skenario yang terindah, Tuhanlah yang akan menjadi sutradara di episode selanjutnya,.
(Dok/@TakbirAbadi)
Komentar
Posting Komentar