Fre3Clss: Karena Tuhan Mempersatukan kami

Kau tak perlu tau, kenapa Tuhan mempertemukan kita, Kau  pun tak harus tahu mengapa kita meramu semua  kata-kata ini. Menerima semua  sosok yang datang dalam hidup juga  menceritakan kesedihan dan kebahagiaan.






Awal masih terasa remuk, ketika kita semua belum bisa move on dan melupakan teman dan sahabat sejati kita waktu di SMP. Hidup selalu  diawali dengan hayalan dan tanya siapa yang akan mendampingi senyuman kita  di hari-hari yang akan datang. pertemuan ini  tidak langsung mengenal satu samal lain  butuh waktu dan proses transisi di antara kami.Berawal dari sebuah proses berbaur dan beradaptasi menjadikan kami mengerti satu sama lain.

Setiap pagi waktu itu , kita  selalu  menyapa walau itu sebatas salam, yang bernaung di setiap pintu kelas kami, dalam situasi sulit pun kami tetap menjadi siswa buat kelas kami, walau pun di mata orang lain kami belum bisa menjadi siswa yang baik.

Apel pagi menjadi awal dari cerita dan legalitas kami sebagai keluarga, satu persatu berdatangan, biarpun ada yang sebagian dari kami yang terlambat, dan kami senang karena itu merupakan salah satu garis yang ditakdirkan Tuhan dan juga menjadi alasan kenapa Tuhan mempersatakan kami  .

Pada saat pelaksanaan apel pagi, bapak ibu guru pembina menyampaikan nasehat dan motivasinya kepada kami semua, dan nasehat itulah yang membuat kami menjadi siswa yang berusaha untuk lebih baik.

Namun, hari-hari seperti itu tak ada lagi, perlahan berubah, semua seakan mulai luntur dengan keadaan yang sili berganti, mereka yang pergi selalu meninggalkan kesedihan pada kelas kami, meninggalkan cerita yang sedih dan tentu sangat mengharukan.


Tapi sekali lagi selalu ada masa depan yang harus dihadapi dan dijalani  masing-masing , pasti perpisahan ini akan terjadi, dan yakinlah kita semua telah mengukir sebuah kisah kebersamaan yang indah juga cerita yang akan sulit kita lupakan.

Suatu saat nanti, ingatlah tulisan ini dan ada salah satu diantara kita yang harus membacanya, kecuali penulisnya. Sukses buat kalian.



Komentar

  1. Semangat menulis, jangan pernah berhenti untuk menuli, Find - Research - Write - Broadcast. #Guhtip

    BalasHapus
  2. Siap, Alhamdulillah, Doakan Kanda

    BalasHapus

Posting Komentar